Saturday, 28 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Likuiditas Tipis Tekan GBP/USD di Sesi Liburan
Wednesday, 24 December 2025 23:57 WIB | GBP/USD |GBP/USD

Poundsterling Inggris (GBP) melemah terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu(24/12), dengan Greenback menemukan sedikit dukungan di tengah berkurangnya likuiditas selama sesi liburan AS yang dipersingkat. Pada saat penulisan, GBP/USD diperdagangkan sekitar 1,3500, sedikit melemah setelah sempat menyentuh level tertinggi intraday di dekat 1,3534, level terkuatnya sejak 19 September.

Pasar menunjukkan respons yang tenang terhadap data pasar tenaga kerja AS mingguan terbaru, yang menawarkan sinyal beragam. Klaim Pengangguran Awal turun menjadi 214 ribu dari 224 ribu pada minggu sebelumnya, di bawah perkiraan pasar sebesar 223 ribu. Sementara itu, Klaim Pengangguran Berkelanjutan naik menjadi 1,923 juta dari 1,885 juta, sedangkan rata-rata empat minggu Klaim Awal sedikit turun menjadi 216,75 ribu dari 217,5 ribu.

Meskipun sempat mengalami kenaikan jangka pendek, Dolar AS tetap berada di bawah tekanan berkelanjutan karena ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut oleh Federal Reserve (Fed) hingga tahun 2026 terus membebani Greenback, sehingga GBP/USD tetap mendapat dukungan yang kuat. Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur Greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, diperdagangkan sekitar 97,95, sedikit di atas level terendahnya sejak 3 Oktober.

Pasar secara umum memperkirakan Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan Januari, dengan CME FedWatch Tool hanya menunjukkan probabilitas penurunan suku bunga sebesar 13%. Berbicara setelah keputusan kebijakan Desember, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral "berada pada posisi yang baik untuk menunggu dan melihat bagaimana perekonomian berkembang." Namun, investor mengantisipasi kembalinya pelonggaran kebijakan moneter di akhir tahun, dengan pasar saat ini memperkirakan dua penurunan suku bunga pada tahun 2026.

Di sisi Inggris, prospek kebijakan moneter secara umum tetap mendukung Sterling. Bank Sentral Inggris (BoE) diperkirakan akan bertindak hati-hati pada tahun 2026 setelah memberi sinyal pada pertemuan Desember bahwa, meskipun suku bunga dapat turun dari waktu ke waktu, keputusan kebijakan di masa mendatang menjadi "lebih sulit diprediksi," sehingga meredam ekspektasi terhadap siklus pelonggaran kebijakan moneter yang agresif.

Menurut perkiraan dari UBS, BoE kemungkinan akan memberikan dua pemotongan suku bunga tambahan sebesar 25 basis poin pada tahun 2026, berpotensi pada paruh pertama tahun ini, yang akan membawa Suku Bunga Bank Sentral mendekati 3,25%. UBS menambahkan bahwa inflasi sektor jasa yang masih tinggi dan pertumbuhan upah yang masih tinggi dapat memperlambat laju pelonggaran kebijakan moneter. (alg)

Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Euforia Safe Haven : Emas Melonjak...
Wednesday, 21 January 2026 09:06 WIB

Harga emas kembali naik tajam pada hari Selasa (20/1) dan mencetak rekor baru, menembus level psikologis di atas $4.700 per ons. Kenaikan ini didorong gelombang "flight to safety" karena ketegangan ge...

Pound Menguat, Dolar Kepepet: GBP/USD Naik ke 1,3480...
Friday, 2 January 2026 09:09 WIB

GBP/USD menguat ke sekitar 1,3480 pada awal sesi Asia hari Jumat, bertahan di atas 1,3450. Penguatan ini terjadi karena dolar AS kembali melemah, seiring pasar makin yakin peluang pemangkasan suku bun...

Pound vs Dolar Flat, Sinyal Bank Sentral Bikin Pasar Waspada...
Wednesday, 31 December 2025 07:52 WIB

Nilai tukar GBP/USD bergerak stabil di kisaran 1,3465 pada awal perdagangan Asia hari Rabu(31/12). Pergerakan yang cenderung tenang ini terjadi karena volume transaksi diperkirakan tipis menjelang lib...

Poundsterling Menguat Kembali, Data Inggris Menentukan...
Monday, 22 December 2025 08:31 WIB

GBP/USD menguat setelah tiga hari berturut-turut mengalami penurunan. Pada sesi Asia Senin, pasangan mata uang ini diperdagangkan di sekitar 1,3394, mendekati level 1,3400, menjelang rilis PDB Inggris...

GBP/USD Nahan Napas Jelang BoE & CPI AS...
Thursday, 18 December 2025 08:10 WIB

GBP/USD bergerak datar dan cenderung "ngambang" di atas area 1,3300-an pada sesi Asia Kamis. Setelah sempat memantul dari sekitar 1,3310 (level terendah sepekan), pasangan ini kini bolak-balik tipis d...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS